Jurnal 3676 mdpl

picsart_1470553230334.jpg

‚Äč

Bagi sebagian orang, kehebatan dan keberhasilan pendaki adalah menaklukkan puncak. Menggendong puluhan kilogram tas di punggung; berjalan ratusan kilometer, membungkuk, merangkak, menapaki terjal bukit demi bukit hingga puncak tertingginya; melawan suhu dingin-panas hujan-badai, terkadang bertahan dengan manajemen air yang sedemikian langka, menguji ilmu survival dan berhadapan langsung dengan alam.

Dua kali aku mencumbui alamnya, sempat limbung dan gagal di kali pertama, Semeru mengajarkan, menyadarkan, menunjukkan kami banyak hal. Tentang kegagalan dan keikhlasan, tentang ambisi dan batasan, persaudaraan dan kemanusiaan.

Lebih dari mendaki. Ku anggap ini adalah perjalanan rohani. Berusaha memahami hakikat ku sebagai manusia, sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan, maka tak pantaslah membusungkan dada dan mengangkat dagu serta merasa “unggul” dan tak terkalahkan. Belajar agar sadar akan batasan dan keterbatasan. Belajar menetapkan letak dan porsi tujuan. Kelak semoga tetap mawas diri, sebab perbedaan yang jauh namun riskan antara orientasi dan ambisi.

Lebih penting lagi, belajar untuk istiqomah menghadirkan Tuhan di setiap nafas dan langkah, mimpi dan tujuan, harapan dan keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *