Review Buku: PREMORTEM

Jujur, membaca buku satu ini terkadang membuat saya sedikit “gila”. Dan saya yakin, penulis yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata ini punya tujuan “mengocak” memori dan interpretasi pembacanya.

Kuriositas saya tergelitik sejak saat membaca judulnya: PREMORTEM. Covernya sederhana, paling sederhana diantara ratusan buku lain yang terpajang menurut saya. Namun pada akhirnya saya menyadari gambar ala-kadar yang dijadikan gambar sampul itu ternyata simbolik yang mewakili ambiguitas cerita.

Pertama kali meng-khatam-kan buku setebal 137 halaman ini, saya gagal menarik benang merah dan menghubungkan rantai korelasi pada tiap bab. Puluhan kali saya membolak-balik halaman sebelumnya demi memastikan bahwa ingatan saya benar. Sebab ada lompatan-lompatan cerita yang (seakan) tidak sinkron antar bab dengan lakon yang (seakan) sama dalam konteks cerita yang berbeda. Semakin saya melanjutkan hingga halaman akhir, semakin banyak buah “ketidakpahaman” yang saya dapat. Kemudian saya tersentak sekaligus disadarkan dengan 3 paragraf di cover belakang buku.

“Bahwa ANDA-lah kunci utama rahasia buku ini.”

Saya putuskan untuk membaca ulang (bukan men-skimming) sembari menyandingkan kertas dan pena di genggaman. Satu demi satu bab saya pahami, saya catat point-point detil informasi, baik nama, jenis kelamin, kejadian, hingga setting, yang akan diulang pada bab selanjutnya.
Menghabiskannya untuk kali kedua, barulah saya sedikit memahami “kegilaan” penulis menelurkan buku ini.

Bacaan ringan namun berat. Recommended untuk kalian yang tertarik menguak misteri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *