Jurnal 3676 mdpl

Jurnal 3676 mdpl

​ Bagi sebagian orang, kehebatan dan keberhasilan pendaki adalah menaklukkan puncak. Menggendong puluhan kilogram tas di punggung; berjalan ratusan kilometer, membungkuk, merangkak, menapaki terjal bukit demi bukit hingga puncak tertingginya; melawan suhu More »

Bumi Malang raya

Bumi Malang raya

That’s why I really love this place. Dan itulah kenapa saya betah hidup di tanah rantau ini. Malang Raya punya banyak alasan, banyak hal, banyak potensi, yang menjadikan ia sebagai salah satu More »

Jonggring Saloko, Pantai 1001 Kesan, dan Potensinya yang Terabaikan

Jonggring Saloko, Pantai 1001 Kesan, dan Potensinya yang Terabaikan

Sebagai tempat wisata, Ia menawarkan nuansa, fenomena, dan pengalaman yang luar biasa serta berbeda dari wisata alam kebanyakan. Satu kata seragam yang keluar dari mulut kami seusai menjajakinya, PUAS! Ialah, Jonggring Saloko. More »

Menengok Lebih Dalam Taman Bungkul

Menengok Lebih Dalam Taman Bungkul

SURABAYA – Berkeliling Surabaya tidak lengkap jika belum mengunjungi Taman Bungkul. Taman yang terletak di Jalan Raya Darmo ini sering dijadikan jujugan bagi para wisatawan, baik domestik maupun manca Negara, kalangan orang More »

Kemegahan Negeri di Balik Awan

Kemegahan Negeri di Balik Awan

Temukan Ke-Aku-an Diri Dibawah Keagungan-Nya   Sebagian besar orang mungkin menganggap hiking, climbing, travelling, back packer hanyalah wujud petualangan, sekedar memenuhi kepuasan batin bagi para pecintanya. Namun ada banyak hal yang sesungguhnya More »

 

Category Archives: Analogi

Berai

Mengubur angkuh di antara titik spasi dan koma.

Jadi ihwal yang tak lagi patut dipertanyakan.

Sebab nadanya pecah, jalinannya sumbang,

terurai usai teruruk

dan berai.

 

Ia lupa dari mana jin berkaki panjang itu membius dan membawanya

Dadanya bak busur panah, membusung dan patah usai melejitkan tombak mimpi ke titik terjauh dari pandangannya

 

Demi apa lagi ia dapat menipu diri

Jika kasih Tuhannya lah nikmat yang tak dapat ia ganti

 

Sedangkan, jauh di kedalaman hatinya

Seonggok rindu mencuat

Suara terlirih menjadi nyanyi paling nyaring dan menyayat

Mengaum, merintih di kerongkongan semesta

Mengunyah mimpi

Mencerna hikmah

Diam-diam

dalam-dalam

 

“Lupakah, dengan apa t’lah kau tukar cita?”

Demi….

Demikian cerminnya bertegur sapa, memaknai sesal dan dosa

Kepada Tuhan lah, sebaik-baiknya tempat kembali