Jurnal 3676 mdpl

Jurnal 3676 mdpl

​ Bagi sebagian orang, kehebatan dan keberhasilan pendaki adalah menaklukkan puncak. Menggendong puluhan kilogram tas di punggung; berjalan ratusan kilometer, membungkuk, merangkak, menapaki terjal bukit demi bukit hingga puncak tertingginya; melawan suhu More »

Bumi Malang raya

Bumi Malang raya

That’s why I really love this place. Dan itulah kenapa saya betah hidup di tanah rantau ini. Malang Raya punya banyak alasan, banyak hal, banyak potensi, yang menjadikan ia sebagai salah satu More »

Jonggring Saloko, Pantai 1001 Kesan, dan Potensinya yang Terabaikan

Jonggring Saloko, Pantai 1001 Kesan, dan Potensinya yang Terabaikan

Sebagai tempat wisata, Ia menawarkan nuansa, fenomena, dan pengalaman yang luar biasa serta berbeda dari wisata alam kebanyakan. Satu kata seragam yang keluar dari mulut kami seusai menjajakinya, PUAS! Ialah, Jonggring Saloko. More »

Menengok Lebih Dalam Taman Bungkul

Menengok Lebih Dalam Taman Bungkul

SURABAYA – Berkeliling Surabaya tidak lengkap jika belum mengunjungi Taman Bungkul. Taman yang terletak di Jalan Raya Darmo ini sering dijadikan jujugan bagi para wisatawan, baik domestik maupun manca Negara, kalangan orang More »

Kemegahan Negeri di Balik Awan

Kemegahan Negeri di Balik Awan

Temukan Ke-Aku-an Diri Dibawah Keagungan-Nya   Sebagian besar orang mungkin menganggap hiking, climbing, travelling, back packer hanyalah wujud petualangan, sekedar memenuhi kepuasan batin bagi para pecintanya. Namun ada banyak hal yang sesungguhnya More »

 

Tag Archives: #Jurnal 3676

Jurnal 3676 mdpl

picsart_1470553230334.jpg

Bagi sebagian orang, kehebatan dan keberhasilan pendaki adalah menaklukkan puncak. Menggendong puluhan kilogram tas di punggung; berjalan ratusan kilometer, membungkuk, merangkak, menapaki terjal bukit demi bukit hingga puncak tertingginya; melawan suhu dingin-panas hujan-badai, terkadang bertahan dengan manajemen air yang sedemikian langka, menguji ilmu survival dan berhadapan langsung dengan alam.

Dua kali aku mencumbui alamnya, sempat limbung dan gagal di kali pertama, Semeru mengajarkan, menyadarkan, menunjukkan kami banyak hal. Tentang kegagalan dan keikhlasan, tentang ambisi dan batasan, persaudaraan dan kemanusiaan.

Lebih dari mendaki. Ku anggap ini adalah perjalanan rohani. Berusaha memahami hakikat ku sebagai manusia, sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan, maka tak pantaslah membusungkan dada dan mengangkat dagu serta merasa “unggul” dan tak terkalahkan. Belajar agar sadar akan batasan dan keterbatasan. Belajar menetapkan letak dan porsi tujuan. Kelak semoga tetap mawas diri, sebab perbedaan yang jauh namun riskan antara orientasi dan ambisi.

Lebih penting lagi, belajar untuk istiqomah menghadirkan Tuhan di setiap nafas dan langkah, mimpi dan tujuan, harapan dan keikhlasan.